Off the Record: Aturan, Risiko, dan Kapan Sebaiknya Dihindari

Mikrofon perekam di depan narasumber saat wawancara

Off the record adalah kesepakatan antara narasumber dan jurnalis bahwa informasi yang disampaikan tidak untuk dipublikasikan. Kesepakatan ini hanya berlaku bila disetujui kedua pihak sebelum informasi disampaikan. Menyampaikan sesuatu lebih dulu lalu memintanya dianggap off the record tidak mengikat siapa pun, dan inilah kesalahan yang paling sering dilakukan narasumber pemula.

Tiga Tingkat Kesepakatan

Istilah Artinya
On the record Semua yang disampaikan boleh dikutip lengkap dengan nama dan jabatan. Ini kondisi default.
On background Informasi boleh dipakai, tetapi identitas narasumber disamarkan, misalnya “sumber di internal perusahaan”.
Off the record Informasi tidak untuk dipublikasikan, hanya untuk pemahaman jurnalis.

Perlu diingat, istilah ini tidak selalu dipahami sama oleh setiap jurnalis. Karena itu, sebutkan secara eksplisit apa yang Anda maksud, bukan sekadar mengucapkan istilahnya.

Kapan Off the Record Bisa Berguna

  • Memberi konteks agar jurnalis tidak salah memahami situasi yang rumit.
  • Menjelaskan batasan yang belum bisa diumumkan, misalnya proses yang masih berjalan.
  • Membangun kepercayaan jangka panjang dengan jurnalis yang Anda kenal baik.

Mengapa Sebaiknya Dihindari

  • Tidak ada jaminan. Kesepakatan ini bergantung pada niat baik, bukan mekanisme formal.
  • Mudah disalahpahami. Batas antara background dan off the record sering kabur.
  • Bisa diperoleh dari sumber lain. Jurnalis tetap boleh memberitakan informasi yang sama bila mendapatkannya dari pihak lain.
  • Berisiko bocor. Semakin banyak orang tahu, semakin besar kemungkinan informasi keluar.
  • Menimbulkan kesan menyembunyikan bila terlalu sering dipakai.

Prinsip yang paling aman bagi juru bicara: anggap semua yang Anda ucapkan bisa dikutip.

Cara Menyepakatinya dengan Benar

  1. Sampaikan sebelum bicara, misalnya “Bagian berikut saya sampaikan untuk konteks, tidak untuk dikutip. Apakah bisa disepakati?”
  2. Tunggu persetujuan eksplisit dari jurnalis.
  3. Jelaskan batasannya: bagian mana yang tidak untuk dikutip dan bagian mana yang boleh.
  4. Kembali ke on the record secara eksplisit setelah selesai.
  5. Catat kesepakatannya untuk dokumentasi internal.

Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Meminta status off the record setelah informasi telanjur disampaikan.
  • Mengucapkan istilahnya tanpa memastikan jurnalis menyetujui.
  • Memakainya untuk menghindari pertanyaan yang sulit.
  • Berbicara santai di sela acara dan menganggapnya otomatis tidak dikutip.
  • Menyampaikan informasi sensitif kepada jurnalis yang belum dikenal.

Alternatif yang Lebih Aman

Situasi Alternatif
Belum bisa mengumumkan Sampaikan bahwa informasi belum dapat diberikan, dan sebutkan kapan akan disampaikan
Butuh memberi konteks Gelar media briefing resmi dengan aturan yang disepakati di awal
Ingin berita tayang serentak Gunakan embargo, yang lebih lazim dan lebih jelas batasannya
Pertanyaan di luar kewenangan Arahkan ke pihak yang berwenang menjawab

Embargo sering menjadi pilihan yang lebih baik karena isinya justru dimaksudkan untuk dipublikasikan, hanya waktunya yang diatur.

Panduan untuk Tim Internal

  • Tetapkan bahwa hanya juru bicara resmi yang berbicara kepada media.
  • Latih tim melalui media training agar terbiasa menjawab tanpa bergantung pada off the record.
  • Ingatkan bahwa percakapan santai di acara tetap berisiko dikutip.
  • Dokumentasikan setiap interaksi penting dengan media.

FAQ

Apa arti off the record?

Kesepakatan bahwa informasi yang disampaikan tidak untuk dipublikasikan, dan harus disetujui sebelum informasi diberikan.

Apakah off the record mengikat secara hukum?

Umumnya tidak. Kesepakatan ini bersandar pada etika profesi dan kepercayaan, bukan pada mekanisme formal yang dapat dipaksakan.

Apa bedanya dengan on background?

Pada on background informasi boleh dipakai dengan identitas narasumber disamarkan, sedangkan off the record berarti informasi tidak dipublikasikan sama sekali.

Bisakah meminta off the record setelah terlanjur bicara?

Bisa diminta, tetapi jurnalis tidak berkewajiban menyetujuinya. Karena itu kesepakatan harus dibuat lebih dulu.

Apa yang sebaiknya dilakukan bila ragu?

Jangan sampaikan informasinya. Lebih baik menunda daripada menyampaikan sesuatu yang belum siap dipublikasikan.

Kesimpulan

Off the record adalah alat yang berguna namun rapuh, karena bersandar sepenuhnya pada kepercayaan. Sepakati sebelum berbicara, jelaskan batasannya, dan gunakan sehemat mungkin. Untuk sebagian besar kebutuhan, embargo atau media briefing resmi adalah pilihan yang lebih jelas dan lebih aman.

Artikel terkait:

Ingin Press Release Anda Benar-Benar Tayang di Media?

Menyusun naskah yang layak berita baru separuh pekerjaan. Separuh lainnya adalah memastikan rilis itu sampai ke redaksi yang tepat dan benar-benar dipublikasikan. Di sinilah jasa press release Akudigital bisa membantu.

  • Penulisan naskah bergaya jurnalistik oleh tim yang terbiasa menulis untuk redaksi media.
  • Pemilihan media yang relevan dengan industri dan target audiens Anda.
  • Distribusi ke jaringan media online nasional, tanpa perlu menghubungi redaksi satu per satu.
  • Laporan tautan berita yang tayang, sehingga hasilnya bisa Anda ukur.

Belum yakin momen bisnis Anda layak diberitakan? Ceritakan dulu rencananya, dan tim kami bantu mencarikan sudut beritanya.

Konsultasi Gratis via WhatsApp  |  Lihat layanan jasa press release Akudigital

About Tim Akudigital

Tim konten Akudigital, agensi press release, digital PR, dan optimasi SEO, AEO, serta GEO. Menulis panduan praktis seputar publikasi media, hubungan dengan wartawan, dan cara brand dikenali mesin pencari serta asisten AI.

View all posts by Tim Akudigital →