Dewan Pers adalah lembaga independen yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers untuk menjaga kemerdekaan pers sekaligus meningkatkan kualitasnya. Bagi perusahaan, Dewan Pers relevan dalam dua hal: sebagai tempat mengadukan sengketa pemberitaan, dan sebagai rujukan untuk memeriksa apakah sebuah media benar-benar perusahaan pers.
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan nasihat hukum. Untuk kasus tertentu, konsultasikan dengan penasihat hukum Anda.
Fungsi Dewan Pers
- Menjaga kemerdekaan pers dari campur tangan pihak lain.
- Menetapkan dan mengawasi pelaksanaan Kode Etik Jurnalistik.
- Menerima dan menyelesaikan pengaduan masyarakat atas pemberitaan.
- Mendata perusahaan pers dan mendorong peningkatan kualitasnya.
- Menyusun peraturan di bidang pers bersama organisasi pers.
Mengapa Perusahaan Perlu Tahu
| Situasi | Relevansinya |
|---|---|
| Ada pemberitaan keliru | Tersedia jalur pengaduan tanpa harus ke proses hukum |
| Hak jawab tidak dilayani | Dapat diadukan sebagai sengketa pemberitaan |
| Memilih media untuk distribusi rilis | Status perusahaan pers bisa diperiksa lebih dulu |
| Menghadapi pihak mengaku wartawan | Dapat diverifikasi keabsahan medianya |
| Menyusun kebijakan media relations | Kode Etik menjadi acuan batasan yang wajar |
Alur Pengaduan Sengketa Pemberitaan
- Selesaikan dulu di tingkat redaksi. Ajukan koreksi atau hak jawab secara tertulis.
- Kumpulkan dokumen: tangkapan layar berita, tautan, surat hak jawab, dan bukti komunikasi dengan media.
- Susun kronologi secara runtut dan faktual.
- Ajukan pengaduan melalui kanal resmi Dewan Pers.
- Ikuti proses penilaian dan kemungkinan mediasi antara kedua pihak.
- Laksanakan hasilnya, yang dapat berupa pemuatan hak jawab, permintaan maaf, atau penilaian atas pelanggaran kode etik.
Karena prosedur dan persyaratannya dapat berubah, periksa ketentuan terbaru melalui kanal resmi Dewan Pers sebelum mengajukan.
Memverifikasi Status Media
Tidak semua situs yang memuat berita berstatus perusahaan pers. Ini penting dalam dua konteks. Pertama, ketika Anda menghadapi pemberitaan bermasalah, karena mekanisme penyelesaiannya berbeda. Kedua, ketika memilih media untuk distribusi siaran pers, karena penempatan di situs yang tidak kredibel memberi sedikit manfaat dan berpotensi merugikan reputasi.
Sebelum bekerja sama dengan penyedia jasa distribusi, minta daftar media yang akan dituju dan periksa kredibilitasnya, termasuk apakah medianya benar-benar memiliki redaksi dan pembaca aktif.
Menghadapi Pihak yang Mengaku Wartawan
- Minta identitas dan nama medianya secara jelas.
- Periksa apakah medianya memiliki alamat redaksi dan susunan redaksi yang dapat dihubungi.
- Layani permintaan wawancara melalui prosedur resmi perusahaan, bukan secara pribadi.
- Jangan memberikan imbalan atas permintaan yang disertai tekanan terkait pemberitaan.
- Bila menghadapi dugaan pemerasan, konsultasikan dengan penasihat hukum perusahaan.
Kaitannya dengan Strategi Media Relations
Memahami peran Dewan Pers membantu perusahaan bersikap proporsional. Berita kritis yang faktanya benar bukan sengketa, melainkan bagian dari kerja pers. Yang layak diadukan adalah pelanggaran kode etik, misalnya berita tanpa verifikasi, tanpa kesempatan menanggapi, atau yang jelas beritikad buruk. Sikap proporsional ini juga menjaga hubungan baik dengan media dalam jangka panjang.
FAQ
Apa itu Dewan Pers?
Lembaga independen yang dibentuk berdasarkan UU Pers untuk menjaga kemerdekaan pers, mengawasi pelaksanaan Kode Etik Jurnalistik, dan menyelesaikan pengaduan pemberitaan.
Apakah pengaduan ke Dewan Pers berbiaya?
Mekanisme pengaduan sengketa pemberitaan umumnya tidak memungut biaya seperti proses peradilan. Periksa ketentuan terbaru melalui kanal resmi.
Apakah keputusan Dewan Pers mengikat?
Hasil penilaian dan rekomendasi umumnya dilaksanakan perusahaan pers yang terikat kode etik. Untuk konsekuensi hukum lebih lanjut, konsultasikan dengan penasihat hukum.
Bisakah perusahaan langsung menempuh jalur hukum?
Perusahaan dapat menempuh langkah hukum, tetapi untuk sengketa pemberitaan jalur penyelesaian melalui mekanisme pers umumnya lebih cepat dan tidak memperluas masalah.
Bagaimana memastikan sebuah media kredibel?
Periksa keberadaan redaksi, alamat, penanggung jawab, konsistensi penerbitan, dan status perusahaan persnya. Hindari media yang tidak jelas identitasnya.
Kesimpulan
Dewan Pers memberi perusahaan jalur yang terukur untuk menghadapi pemberitaan bermasalah, sekaligus rujukan untuk menilai kredibilitas media. Selesaikan dulu di tingkat redaksi, siapkan dokumentasi yang rapi, ajukan pengaduan bila diperlukan, dan tetap proporsional dalam membedakan berita kritis dari pelanggaran etika.
Artikel terkait:
- UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik: Yang Perlu Diketahui Humas
- 11 Pasal Kode Etik Jurnalistik : Panduan Lengkap
- Panduan Lengkap Pedoman Etika Jurnalistik
Ingin Press Release Anda Benar-Benar Tayang di Media?
Menyusun naskah yang layak berita baru separuh pekerjaan. Separuh lainnya adalah memastikan rilis itu sampai ke redaksi yang tepat dan benar-benar dipublikasikan. Di sinilah jasa press release Akudigital bisa membantu.
- Penulisan naskah bergaya jurnalistik oleh tim yang terbiasa menulis untuk redaksi media.
- Pemilihan media yang relevan dengan industri dan target audiens Anda.
- Distribusi ke jaringan media online nasional, tanpa perlu menghubungi redaksi satu per satu.
- Laporan tautan berita yang tayang, sehingga hasilnya bisa Anda ukur.
Belum yakin momen bisnis Anda layak diberitakan? Ceritakan dulu rencananya, dan tim kami bantu mencarikan sudut beritanya.
Konsultasi Gratis via WhatsApp | Lihat layanan jasa press release Akudigital
