Cara Follow Up Press Release ke Media Tanpa Terkesan Mengganggu

Kotak masuk email terbuka di layar laptop

Follow up press release adalah tindak lanjut setelah naskah dikirim ke media, untuk memastikan email diterima dan menawarkan materi tambahan. Aturannya sederhana: cukup satu kali, dikirim 2–3 hari kerja setelah pitch pertama, singkat, dan harus membawa sesuatu yang baru. Follow up yang hanya menanyakan “sudah diterima?” justru memperbesar kemungkinan email Anda diabaikan selamanya.

Kapan Follow Up Dilakukan

Jenis Rilis Waktu Follow Up
Berita umum 2–3 hari kerja setelah pitch
Undangan acara 2 hari sebelum acara, untuk konfirmasi kehadiran
Rilis dengan embargo 1 hari sebelum embargo dibuka
Berita mendesak Hari yang sama, lewat telepon bila perlu
Rilis krisis Sesegera mungkin, karena akurasi lebih penting

Prinsip Follow Up yang Baik

  • Bawa nilai tambah. Tawarkan data baru, narasumber, foto, atau kesempatan wawancara eksklusif.
  • Singkat. Dua sampai tiga kalimat sudah cukup.
  • Balas di thread yang sama, agar jurnalis tidak perlu mencari email sebelumnya.
  • Jangan menuntut kepastian. Keputusan tayang sepenuhnya ada di redaksi.
  • Cukup satu kali. Tidak ada balasan setelah follow up berarti jawabannya tidak.

Template Follow Up

Subjek: Re: [subjek email sebelumnya]

Halo [Nama],

Menyusul email saya minggu ini, kami baru menyelesaikan [data tambahan / foto kegiatan / kesediaan narasumber] yang mungkin berguna bila Anda tertarik mengangkat topik ini.

[Nama dan jabatan narasumber] tersedia untuk wawancara pekan ini, termasuk di luar jam kerja bila diperlukan.

Terima kasih atas waktunya.

[Nama] | [Nomor telepon]

Follow Up Lewat Telepon atau Pesan

Telepon hanya tepat untuk berita yang benar-benar mendesak, misalnya klarifikasi krisis atau undangan acara yang jadwalnya dekat. Hindari menelepon menjelang tenggat sore. Untuk pesan pribadi di aplikasi perpesanan, kirim hanya bila jurnalis pernah memberi nomornya untuk keperluan kerja. Menghubungi nomor pribadi tanpa izin sering dianggap mengganggu dan merusak hubungan jangka panjang.

Membaca Sinyal Jawaban

Respons Artinya Tindakan
Meminta data tambahan Tertarik Kirim secepatnya, hari itu juga
“Saya simpan dulu” Mungkin nanti Jangan kejar, tawarkan lagi saat ada berita baru
“Kurang sesuai rubrik saya” Salah sasaran Tanyakan rekan yang lebih sesuai
Tidak ada balasan Tidak tertarik Berhenti, evaluasi nilai berita

Setelah Berita Tayang

  • Ucapkan terima kasih secara singkat, tanpa berlebihan.
  • Bagikan beritanya di kanal Anda, dan sebut medianya.
  • Jika ada kekeliruan fakta, sampaikan dengan sopan disertai data pendukung.
  • Catat jurnalis tersebut untuk kerja sama berikutnya.

Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Follow up dalam hitungan jam setelah pitch pertama.
  • Mengirim follow up lebih dari sekali.
  • Menanyakan kapan berita akan tayang.
  • Mengirim ulang naskah yang sama tanpa tambahan apa pun.
  • Menghubungi atasan jurnalis karena tidak dibalas.
  • Mengirim follow up massal dengan isi identik.

FAQ

Berapa kali sebaiknya follow up?

Satu kali. Bila tidak ada tanggapan setelah itu, anggap beritanya belum sesuai kebutuhan media tersebut.

Kapan waktu terbaik mengirim follow up?

Dua sampai tiga hari kerja setelah pitch pertama, pada pagi hingga menjelang siang.

Apakah boleh menelepon jurnalis?

Boleh untuk berita mendesak, dan sebaiknya di luar jam menjelang tenggat. Untuk berita biasa, email lebih dihargai.

Bagaimana jika berita tayang dengan kesalahan?

Hubungi jurnalisnya secara langsung dan sopan, sertakan data yang benar, dan sebutkan bagian mana yang perlu dikoreksi.

Apakah follow up bisa merusak hubungan dengan media?

Bisa, bila terlalu sering atau menuntut. Follow up yang singkat dan membawa nilai tambah justru memperkuat hubungan.

Kesimpulan

Follow up press release adalah soal menjaga keseimbangan antara ketekunan dan rasa hormat. Kirim satu kali, beri jeda yang wajar, bawa sesuatu yang baru, dan terima jawaban tidak tanpa mengejar. Hubungan baik dengan jurnalis jauh lebih bernilai daripada satu berita yang dipaksakan tayang.

Artikel terkait:

Ingin Press Release Anda Benar-Benar Tayang di Media?

Menyusun naskah yang layak berita baru separuh pekerjaan. Separuh lainnya adalah memastikan rilis itu sampai ke redaksi yang tepat dan benar-benar dipublikasikan. Di sinilah jasa press release Akudigital bisa membantu.

  • Penulisan naskah bergaya jurnalistik oleh tim yang terbiasa menulis untuk redaksi media.
  • Pemilihan media yang relevan dengan industri dan target audiens Anda.
  • Distribusi ke jaringan media online nasional, tanpa perlu menghubungi redaksi satu per satu.
  • Laporan tautan berita yang tayang, sehingga hasilnya bisa Anda ukur.

Belum yakin momen bisnis Anda layak diberitakan? Ceritakan dulu rencananya, dan tim kami bantu mencarikan sudut beritanya.

Konsultasi Gratis via WhatsApp  |  Lihat layanan jasa press release Akudigital

About Tim Akudigital

Tim konten Akudigital, agensi press release, digital PR, dan optimasi SEO, AEO, serta GEO. Menulis panduan praktis seputar publikasi media, hubungan dengan wartawan, dan cara brand dikenali mesin pencari serta asisten AI.

View all posts by Tim Akudigital →