1. Judul Press Release Kurang Menarik

Judul adalah elemen pertama yang dilihat editor media. Jika judul tidak memancing rasa penasaran atau tidak relevan, kemungkinan besar akan langsung diabaikan. Media menerima ratusan rilis setiap hari. Judul yang membosankan tidak punya daya saing.
Gunakan kalimat aktif, spesifik, dan ringkas. Hindari kata-kata klise. Sajikan nilai berita sejak awal agar redaksi langsung menangkap urgensinya.
2. Tidak Memiliki Nilai Berita (News Value)

Media hanya akan memuat informasi yang layak diberitakan. Jika rilis hanya berisi promosi produk tanpa sudut pandang yang unik, besar kemungkinan akan ditolak. Jurnalis mencari berita, bukan iklan.
Pastikan isi rilis memiliki unsur news seperti kejutan, dampak sosial, tokoh penting, tren terkini, atau konflik. Tambahkan data, kutipan ahli, atau studi untuk memperkuat berita.
3. Format Press Release Tidak Sesuai Standar

Banyak rilis dikirim dengan format asal-asalan. Mulai dari struktur yang berantakan, penggunaan bahasa yang tidak baku, hingga lampiran yang sulit dibuka. Ini menyulitkan redaksi yang punya waktu terbatas.
Gunakan struktur standar: judul – subjudul – paragraf pembuka (5W+1H) – isi berita – kutipan – penutup – profil perusahaan. Simpan dalam format PDF atau Word yang mudah diakses.
4. Tidak Ditujukan ke Media yang Tepat

Mengirimkan rilis secara massal tanpa segmentasi bisa jadi sia-sia. Media memiliki niche masing-masing. Rilis tentang teknologi tidak akan dipertimbangkan oleh media lifestyle, begitu pun sebaliknya.
Pahami karakter media dan target pembacanya. Kirim rilis sesuai dengan minat dan rubrik yang mereka kelola. Personaliasi email agar tidak terlihat seperti spam.
5. Tidak Ada Follow Up ke Redaksi

Mengirim press release saja tidak cukup. Tanpa tindak lanjut, bisa jadi email Anda tenggelam di antara ratusan pesan masuk. Banyak jurnalis yang justru mempertimbangkan rilis setelah ada komunikasi lanjutan.
Lakukan follow up sopan via email atau telepon. Tanyakan apakah rilis sudah diterima dan adakah informasi tambahan yang dibutuhkan. Tapi hindari terlalu agresif agar tidak mengganggu kerja redaksi.
Kesimpulan
Agar press release Anda diliput media, pastikan memiliki judul menarik, nilai berita yang jelas, format rapi, target media yang tepat, serta follow up profesional. Jangan anggap remeh detail teknis, karena media sangat selektif dalam memilih konten. Perhatikan kualitas isi, bukan sekadar banyaknya rilis yang dikirim. Dengan strategi yang tepat, peluang mendapatkan publikasi akan jauh lebih besar.
Artikel terkait:
- Cara Menggunakan Data dan Statistik dalam Press Release
- Press Release untuk Pembukaan Cabang Baru
- Checklist Press Release Profesional 2026 Sebelum Dikirim ke Media
Ingin Press Release Anda Benar-Benar Tayang di Media?
Menyusun naskah yang layak berita baru separuh pekerjaan. Separuh lainnya adalah memastikan rilis itu sampai ke redaksi yang tepat dan benar-benar dipublikasikan. Di sinilah jasa press release Akudigital bisa membantu.
- Penulisan naskah bergaya jurnalistik oleh tim yang terbiasa menulis untuk redaksi media.
- Pemilihan media yang relevan dengan industri dan target audiens Anda.
- Distribusi ke jaringan media online nasional, tanpa perlu menghubungi redaksi satu per satu.
- Laporan tautan berita yang tayang, sehingga hasilnya bisa Anda ukur.
Belum yakin momen bisnis Anda layak diberitakan? Ceritakan dulu rencananya, dan tim kami bantu mencarikan sudut beritanya.
Konsultasi Gratis via WhatsApp | Lihat layanan jasa press release Akudigital

