Menghindari Bahasa Klise dalam Press Release

Bahasa klise dalam press release adalah musuh tersembunyi yang dapat merusak pesan, membuat audiens bosan, dan melemahkan kredibilitas brand Anda. Menghindari bahasa klise dalam press release bukan sekadar gaya, melainkan kebutuhan agar komunikasi terasa otentik, kuat, dan berdampak.


📌 Apa Itu Bahasa Klise dalam Press Release?

Bahasa klise adalah frasa yang terlalu sering digunakan hingga kehilangan makna aslinya. Dalam dunia siaran pers, klise seperti “perusahaan terkemuka”, “solusi inovatif”, atau “kami sangat senang mengumumkan…” terdengar generik dan tidak lagi membangun nilai lebih di mata pembaca atau jurnalis.


🧾 Contoh Bahasa Klise yang Umum Digunakan

Berikut adalah beberapa contoh kalimat klise dalam press release:

Kalimat Klise Alternatif Lebih Spesifik
“Solusi terbaik di kelasnya” “Platform analitik data yang mampu memproses 1 juta transaksi per menit”
“Kami sangat senang mengumumkan” “Setelah 2 tahun pengembangan, kami meluncurkan fitur X hari ini”
“Perusahaan terkemuka” “Perusahaan dengan 5 juta pengguna aktif bulanan di Asia Tenggara”
“Inovatif dan revolusioner” “Mengintegrasikan AI generatif dalam proses logistik harian”

❗ Mengapa Bahasa Klise Harus Dihindari?

Bahasa klise:

  • Mengurangi nilai berita yang dibawa

  • Menurunkan minat jurnalis untuk memuat berita

  • Membuat brand terdengar generik dan kurang orisinal

  • Mengaburkan informasi penting dalam kata-kata kosong


📉 Dampak Bahasa Klise terhadap Reputasi Brand

Menggunakan bahasa klise bisa membuat perusahaan terlihat malas berpikir atau menyembunyikan kurangnya substansi nyata. Jika terus-menerus digunakan, reputasi brand akan terdampak negatif karena dianggap tidak punya karakter atau nilai jual yang jelas.


✅ 9 Strategi Menghindari Bahasa Klise

📊 1. Gunakan Data dan Fakta Nyata

Alih-alih mengatakan “kami mengalami pertumbuhan signifikan,” nyatakan “pendapatan meningkat 45% dibandingkan kuartal sebelumnya”.

🔍 2. Pilih Kata yang Spesifik dan Relevan

Gantilah istilah umum dengan istilah teknis atau konteks spesifik industri Anda. Hindari kata “terobosan” jika tidak ada inovasi konkret.

👥 3. Tulis Seolah Anda Bicara pada Audiens Nyata

Gunakan bahasa yang hangat, informatif, dan menghindari jargon berlebihan. Tekankan manfaat nyata, bukan sekadar kata besar.

📚 4. Fokus pada Dampak

Jelaskan bagaimana produk/layanan Anda memengaruhi pelanggan, bukan sekadar “fitur unggulan”.

✂️ 5. Singkat dan Padat

Terlalu banyak kalimat panjang yang diulang-ulang bisa membingungkan. Gunakan struktur kalimat yang efisien.

🧠 6. Hindari Hiperbola

Jika produk Anda “mengubah dunia”, berikan bukti. Jika tidak, hindari pernyataan yang berlebihan.

🧰 7. Gunakan Kutipan yang Bermakna

Sisipkan kutipan dari pimpinan perusahaan atau pelanggan yang memberikan insight, bukan hanya basa-basi.

✍️ 8. Uji dengan Pembaca Netral

Bacakan kepada orang lain untuk melihat apakah informasi benar-benar tersampaikan, bukan hanya terdengar “hebat”.

🔁 9. Review dan Revisi Berkali-kali

Tulis, baca ulang, dan evaluasi. Gunakan bantuan editor atau tools AI untuk menemukan frasa usang atau tidak efektif.


🧪 Studi Kasus: Press Release Tanpa Klise

Contoh sebelum revisi:

“Kami sangat gembira mengumumkan peluncuran inovatif produk terbaru kami yang akan merevolusi industri.”

Contoh setelah revisi:

“Setelah 18 bulan pengembangan dan uji coba dengan lebih dari 500 pengguna beta, kami merilis Fitur X yang terbukti mempercepat pengolahan data hingga 60%.”


🛠️ Tools untuk Membantu Mengevaluasi Bahasa Press Release

Tools Kegunaan
Hemingway Editor Menghindari kalimat rumit dan kata klise
Grammarly Mengecek gaya bahasa dan kesalahan umum
ChatGPT Membantu meninjau dan menyempurnakan kalimat
Cliché Finder Menemukan kalimat yang terdengar pasaran

✍️ Cara Editing dan Proofreading yang Efektif

  1. Biarkan tulisan mengendap beberapa jam atau hari sebelum diedit.

  2. Baca keras-keras untuk mendengar alur kalimat.

  3. Gunakan feedback dari rekan tim atau editor profesional.

  4. Periksa ulang struktur, fokus, dan kejelasan pesan.


🚀 Optimasi SEO Tanpa Mengorbankan Keaslian

Optimasi SEO tetap penting, tapi jangan mengulang keyword berlebihan. Gunakan variasi kata kunci (LSI keywords) yang natural dalam konteks artikel.

Contoh:
Alih-alih mengulang “press release digital” lima kali, gunakan juga “siaran pers online”, “publikasi digital”, atau “rilis berita modern”.


❓ FAQ

1. Apakah semua bahasa klise harus dihindari?

Tidak semua, tetapi sebaiknya diminimalkan atau diganti dengan pernyataan yang lebih spesifik.

2. Bagaimana cara tahu apakah kata yang saya gunakan termasuk klise?

Gunakan tools seperti Hemingway atau Cliché Finder, dan evaluasi dengan pembaca awam.

3. Apa dampaknya jika tetap menggunakan bahasa klise?

Risiko terbesar adalah siaran pers Anda diabaikan oleh media atau dianggap tidak profesional.

4. Apakah press release harus selalu formal?

Tidak harus kaku, tapi tetap profesional. Bahasa yang jelas dan manusiawi lebih efektif daripada terlalu teknis atau berbunga-bunga.

5. Bagaimana membuat kutipan yang tidak terdengar klise?

Berikan konteks, angka, atau pendapat pribadi yang nyata dan relevan, bukan hanya basa-basi.

6. Apa kaitan antara bahasa klise dan SEO?

Bahasa klise tidak membantu SEO secara langsung. Sebaliknya, bahasa yang konkret dan sesuai konteks lebih mudah diindeks Google.


🔚 Kesimpulan

Menghindari bahasa klise dalam press release adalah langkah penting untuk meningkatkan keaslian, keterbacaan, dan efektivitas pesan Anda. Press release yang kuat adalah yang berbicara secara nyata, jujur, dan langsung kepada audiens. Dengan strategi yang tepat, setiap kata akan memberi makna dan membangun reputasi brand secara konsisten.

Anda menginginkan brand atau acara Anda terpampang di media-media terkemuka di Indonesia?
Jika ya, maka jasa press release dari Akudigital adalah jawabannya.
Dengan jaringan luas dan pengalaman dalam industri ini,
kami siap membawa pesan Anda ke perhatian publik melalui media-media papan atas di Indonesia.
Mulailah menjadi sorotan dengan bantuan jasa press release Akudigital hari ini.
Klik link berikut untuk konsultasi gratis via whatsapp