Kutipan dalam berita sering tidak tayang persis seperti yang Anda ucapkan. Wartawan memotongnya, memilih bagian tertentu, atau mengubahnya menjadi kutipan tidak langsung. Ini bukan selalu tanda niat buruk, melainkan bagian dari kerja penyuntingan: ruang terbatas, fokus berita, dan kebutuhan agar kalimat mudah dipahami pembaca.
Kutipan Langsung dan Tidak Langsung
| Jenis | Ciri | Contoh |
|---|---|---|
| Langsung | Kata-kata persis, di dalam tanda petik | “Kami membuka 40 gerai tahun ini,” ujar Direktur Utama. |
| Tidak langsung | Disampaikan dengan kata-kata wartawan | Direktur Utama menyebut perusahaan membuka 40 gerai tahun ini. |
Kutipan langsung biasanya dipilih untuk pernyataan yang kuat, berwarna, atau penting secara resmi. Informasi faktual yang panjang lebih sering diubah menjadi kutipan tidak langsung.
Alasan Kutipan Dipotong
- Terlalu panjang. Kalimat berlapis sulit dipakai utuh.
- Bagian awal tidak berisi informasi, misalnya ucapan terima kasih.
- Mengulang hal yang sudah ditulis di paragraf lain.
- Bernada promosi, sehingga hanya bagian faktual yang dipakai.
- Keterbatasan ruang di media cetak atau durasi di televisi.
Kapan Pemotongan Menjadi Masalah
Pemotongan yang wajar mempertahankan makna. Yang menjadi masalah adalah bila pemotongan mengubah maksud pernyataan, misalnya menghilangkan kata “belum” atau “kecuali”, atau mengambil kalimat dari konteks yang sama sekali berbeda. Dalam kasus seperti ini, Anda dapat menghubungi wartawan dengan sopan dan menunjukkan rekaman atau catatan aslinya. Bila tidak ditanggapi, tersedia mekanisme hak koreksi.
Cara Membuat Kutipan yang Tidak Mudah Dipotong
- Satu gagasan per kalimat. Kalimat pendek lebih aman dipakai utuh.
- Taruh inti di depan, bukan di akhir kalimat yang panjang.
- Hindari pembuka basa-basi seperti “pertama-tama kami ingin menyampaikan”.
- Beri pandangan, bukan pengulangan fakta. Fakta bisa ditulis wartawan sendiri.
- Ulangi pesan inti dalam satu kalimat utuh di akhir jawaban.
- Hindari kata negatif dari pertanyaan, karena mudah dikutip lepas konteks.
Contoh Perbaikan
| Mudah Terpotong | Lebih Aman |
|---|---|
| “Jadi pertama-tama kami berterima kasih, dan memang kami melihat ada peluang yang cukup besar, sehingga kami memutuskan untuk melakukan ekspansi ke beberapa kota.” | “Kami masuk ke lima kota baru karena permintaan di sana tumbuh lebih cepat dari Jakarta.” |
| “Tidak benar kami melakukan PHK, itu kabar yang tidak benar sama sekali.” | “Seluruh karyawan tetap bekerja seperti biasa, dan operasional berjalan normal.” |
Kutipan dalam Siaran Pers
Kutipan di siaran pers juga sering dipotong. Agar tetap terpakai, tulis kutipan yang memberi alasan atau pandangan, bukan sekadar ucapan syukur. Satu kutipan kuat lebih berguna daripada tiga kutipan normatif dari tiga pejabat berbeda.
FAQ
Bolehkah wartawan memotong kutipan?
Boleh, sepanjang tidak mengubah makna. Pemotongan adalah bagian normal dari penyuntingan.
Bagaimana bila kutipan saya berubah makna?
Hubungi wartawan dengan sopan, tunjukkan rekaman atau catatan aslinya. Bila tidak ditanggapi, ajukan hak koreksi.
Apakah boleh meminta kutipan diperiksa sebelum tayang?
Sebagian wartawan bersedia mengonfirmasi kutipan tertentu, tetapi bukan kewajiban. Jangan meminta seluruh naskah sebelum terbit.
Berapa panjang kutipan yang ideal?
Satu sampai dua kalimat pendek dengan satu gagasan utama.
Apakah perlu merekam wawancara?
Berguna sebagai dokumentasi, terutama untuk wawancara penting. Sampaikan kepada wartawan bahwa Anda merekam.
Kesimpulan
Kutipan dipotong karena ruang, fokus, dan kebutuhan keterbacaan, bukan semata-mata niat mengubah pesan. Kurangi risikonya dengan kalimat pendek, satu gagasan per kalimat, inti di depan, dan pandangan yang spesifik. Bila makna berubah, tempuh jalur koreksi dengan bukti rekaman atau catatan.
Artikel terkait:
- Cara Membuat Press Release yang Efektif | Tips Terbaik!
- Menghindari Bahasa Klise dalam Press Release
- Tips Menyisipkan Kutipan yang Relevan dalam Press Release
Ingin Press Release Anda Benar-Benar Tayang di Media?
Menyusun naskah yang layak berita baru separuh pekerjaan. Separuh lainnya adalah memastikan rilis itu sampai ke redaksi yang tepat dan benar-benar dipublikasikan. Di sinilah jasa press release Akudigital bisa membantu.
- Penulisan naskah bergaya jurnalistik oleh tim yang terbiasa menulis untuk redaksi media.
- Pemilihan media yang relevan dengan industri dan target audiens Anda.
- Distribusi ke jaringan media online nasional, tanpa perlu menghubungi redaksi satu per satu.
- Laporan tautan berita yang tayang, sehingga hasilnya bisa Anda ukur.
Belum yakin momen bisnis Anda layak diberitakan? Ceritakan dulu rencananya, dan tim kami bantu mencarikan sudut beritanya.
Konsultasi Gratis via WhatsApp | Lihat layanan jasa press release Akudigital
