Press release masih menjadi salah satu alat komunikasi paling penting dalam strategi public relations (PR), bahkan hingga tahun 2026. Di tengah dominasi media digital, kecerdasan buatan (AI), dan kecepatan arus informasi, press release berfungsi sebagai jembatan resmi antara perusahaan, media, dan publik. Namun ironisnya, banyak press release gagal mencapai tujuan karena kesalahan-kesalahan mendasar yang terus berulang.
Di tahun 2026, standar media semakin tinggi. Jurnalis dibanjiri ratusan rilis setiap hari, algoritma mesin pencari semakin cerdas, dan audiens menuntut informasi yang cepat, relevan, dan kredibel. Kesalahan kecil dalam press release bisa berujung pada rilis yang diabaikan, tidak dipublikasikan, atau bahkan merusak reputasi brand.
Artikel ini akan membahas kesalahan umum dalam pembuatan press release yang harus dihindari di 2026, disertai penjelasan lengkap dan solusi praktis agar press release Anda lebih efektif, profesional, dan berdampak.
1. Tidak Memahami Tujuan Press Release

Kesalahan
Banyak perusahaan membuat press release hanya karena “harus”, tanpa tujuan yang jelas. Akibatnya, isi rilis menjadi ambigu, tidak fokus, dan tidak memiliki nilai berita.
Dampak
-
Pesan utama tidak tersampaikan
-
Media kesulitan menentukan angle berita
-
Press release diabaikan
Solusi
Sebelum menulis, tentukan tujuan utama:
-
Apakah untuk peluncuran produk?
-
Pengumuman kerja sama?
-
Krisis atau klarifikasi?
-
Pencapaian perusahaan?
Di 2026, press release yang efektif hanya menyampaikan satu pesan utama dengan jelas dan terukur.
2. Mengabaikan Nilai Berita (News Value)
Kesalahan
Press release sering kali berisi promosi berlebihan tanpa nilai berita yang relevan bagi publik.
Dampak
-
Media menganggap rilis sebagai iklan
-
Tidak layak publikasi
-
Kredibilitas brand menurun
Nilai Berita yang Relevan di 2026
-
Kebaruan (novelty)
-
Dampak terhadap masyarakat
-
Relevansi dengan tren industri
-
Data atau temuan penting
-
Tokoh atau institusi berpengaruh
Solusi
Tanyakan:
“Mengapa audiens dan media harus peduli dengan informasi ini sekarang?”
3. Judul Tidak Menarik dan Tidak Informatif

Kesalahan
Judul terlalu panjang, normatif, atau penuh jargon internal perusahaan.
Contoh Buruk
“PT XYZ Mengadakan Kegiatan Strategis Dalam Rangka Penguatan Sinergi”
Contoh Baik
“PT XYZ Luncurkan Platform AI untuk UMKM, Tingkatkan Efisiensi hingga 40%”
Solusi
-
Maksimal 12–15 kata
-
Mengandung fakta utama
-
Gunakan angka atau dampak nyata
-
Relevan dengan pencarian digital (SEO)
Di 2026, judul juga harus ramah algoritma mesin pencari dan media online.
4. Paragraf Pembuka Lemah (Lead yang Tidak Menjual)
Kesalahan
Lead tidak menjawab unsur 5W+1H atau terlalu bertele-tele.
Dampak
-
Jurnalis berhenti membaca di paragraf pertama
-
Pesan utama hilang
Solusi
Gunakan struktur inverted pyramid:
-
Paragraf pertama: inti berita
-
Paragraf berikutnya: detail pendukung
-
Paragraf akhir: informasi tambahan
Lead harus menjawab:
Siapa, Apa, Kapan, Di mana, Mengapa, dan Bagaimana.
5. Terlalu Fokus pada Promosi dan Klaim Sepihak

Kesalahan
Press release ditulis seperti brosur pemasaran.
Dampak
-
Tidak objektif
-
Sulit dipercaya
-
Media enggan memuat
Solusi
-
Gunakan data dan fakta
-
Sertakan kutipan narasumber
-
Hindari klaim berlebihan tanpa bukti
Contoh kutipan efektif:
“Peluncuran ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung transformasi digital UMKM,” ujar Direktur Utama PT XYZ.
6. Bahasa Terlalu Kaku atau Terlalu Teknis
Kesalahan
Menggunakan bahasa birokratis, jargon teknis, atau istilah internal perusahaan.
Dampak
-
Sulit dipahami audiens umum
-
Mengurangi daya tarik media
Solusi
Di 2026, press release ideal:
-
Menggunakan bahasa profesional tapi humanis
-
Mudah dipahami pembaca non-teknis
-
Singkat, padat, dan jelas
7. Panjang Press Release Tidak Proporsional

Kesalahan
-
Terlalu panjang hingga membosankan
-
Terlalu pendek dan minim informasi
Standar Ideal 2026
-
500–800 kata untuk media online
-
Fokus pada substansi
-
Gunakan subjudul bila perlu
Media menghargai press release yang efisien dan informatif.
8. Tidak Menyesuaikan Press Release dengan Media Tujuan
Kesalahan
Mengirim satu press release yang sama ke semua media.
Dampak
-
Tidak relevan dengan segmentasi media
-
Peluang publikasi menurun
Solusi
-
Sesuaikan angle untuk media bisnis, teknologi, lifestyle, atau lokal
-
Personalisasi email pengiriman
-
Pahami karakter redaksi media tujuan
9. Mengabaikan SEO dan Distribusi Digital

Kesalahan
Press release tidak dioptimasi untuk pencarian online.
Dampak
-
Sulit ditemukan di Google
-
Jangkauan terbatas
Praktik SEO Press Release 2026
-
Gunakan keyword utama dan turunan
-
Optimasi judul dan subjudul
-
Gunakan anchor text alami
-
Struktur rapi dan mudah dibaca
10. Tidak Menyertakan Informasi Kontak Media
Kesalahan
Tidak mencantumkan narahubung yang jelas.
Dampak
-
Media kesulitan melakukan konfirmasi
-
Kesempatan liputan lanjutan hilang
Solusi
Cantumkan:
-
Nama PIC
-
Jabatan
-
Nomor telepon
-
Email aktif
11. Salah Waktu dalam Mengirim Press Release
Kesalahan
Mengirim rilis di waktu yang tidak strategis.
Dampak
-
Tenggelam oleh berita lain
-
Tidak terbaca editor
Waktu Ideal di 2026
-
Selasa–Kamis
-
Pukul 09.00–11.00 WIB
-
Hindari akhir pekan dan hari libur nasional
12. Tidak Melakukan Evaluasi dan Follow Up
Kesalahan
Menganggap tugas selesai setelah mengirim press release.
Dampak
-
Tidak tahu efektivitas rilis
-
Kehilangan peluang relasi media
Solusi
-
Lakukan media monitoring
-
Kirim follow-up secara profesional
-
Evaluasi performa press release
Kesimpulan
Di tahun 2026, pembuatan press release tidak lagi sekadar menulis pengumuman. Dibutuhkan strategi, pemahaman media, kemampuan storytelling, serta adaptasi terhadap teknologi digital dan SEO. Menghindari kesalahan umum dalam pembuatan press release akan meningkatkan peluang publikasi, memperkuat citra brand, dan membangun hubungan jangka panjang dengan media.
Press release yang baik adalah yang informatif, relevan, objektif, dan bernilai berita—bukan sekadar alat promosi.
Artikel terkait:
- Struktur Press Release Terbaru 2026 yang Efektif dan Profesional
- Checklist Press Release Profesional 2026 Sebelum Dikirim ke Media
- Tren Press Release 2026: Apa yang Berubah dan Harus Kamu Ikuti
Ingin Press Release Anda Benar-Benar Tayang di Media?
Menyusun naskah yang layak berita baru separuh pekerjaan. Separuh lainnya adalah memastikan rilis itu sampai ke redaksi yang tepat dan benar-benar dipublikasikan. Di sinilah jasa press release Akudigital bisa membantu.
- Penulisan naskah bergaya jurnalistik oleh tim yang terbiasa menulis untuk redaksi media.
- Pemilihan media yang relevan dengan industri dan target audiens Anda.
- Distribusi ke jaringan media online nasional, tanpa perlu menghubungi redaksi satu per satu.
- Laporan tautan berita yang tayang, sehingga hasilnya bisa Anda ukur.
Belum yakin momen bisnis Anda layak diberitakan? Ceritakan dulu rencananya, dan tim kami bantu mencarikan sudut beritanya.
Konsultasi Gratis via WhatsApp | Lihat layanan jasa press release Akudigital

