Dalam dunia media yang serba cepat, editor hanya memiliki waktu sangat singkat untuk memutuskan apakah sebuah press release layak dipublikasikan atau langsung masuk folder “hapus”. Pada tahun 2025, jumlah press release yang diterima media semakin banyak, sementara waktu untuk menilai konten semakin sedikit. Karena itu, press release harus mampu menarik perhatian editor dalam waktu 10 detik pertama—baik dari judul, lead, maupun struktur kalimat pembuka.
Menulis press release bukan hanya soal menyampaikan informasi perusahaan, tetapi bagaimana menyajikan berita yang bernilai, jelas, relevan, dan langsung “kena” di mata editor. Artikel ini membahas secara mendalam bagaimana menulis press release profesional yang menarik perhatian sejak paragraf pertama.
1. Pahami Apa yang Dicari Editor

Setiap editor media bekerja dengan tekanan:
-
Ratusan email per hari
-
Deadline ketat
-
Keterbatasan ruang publikasi
-
Persaingan topik berita
Karena itu, mereka tidak punya waktu membaca rilis yang:
❌ terlalu panjang di awal
❌ penuh kalimat promosi
❌ tidak jelas inti beritanya
❌ tidak memiliki nilai berita
Apa yang mereka cari?
✔ berita aktual
✔ relevansi dengan audiens pembaca
✔ dampak bagi publik
✔ angka atau data konkret
✔ cerita yang layak diberitakan
Press release yang mampu menunjukkan poin ini dalam 10 detik pertama akan punya peluang besar untuk dipertimbangkan.
2. Buat Judul yang Singkat, Jelas, Bertenaga

Judul adalah senjata pertama press release. Jika judulnya tidak kuat, editor mungkin bahkan tidak membuka emailnya.
Karakteristik judul yang menarik editor:
-
Tidak lebih dari 12–14 kata
-
Fokus pada apa yang terjadi
-
Mengandung kata kerja aktif
-
Tidak abstrak atau bertele-tele
-
Bisa langsung dipakai sebagai judul berita
Contoh:
❌ Tidak efektif:
“PT X Mengumumkan Peluncuran Produk Baru Super Canggih”
✔ Lebih kuat:
“PT X Luncurkan Produk AI Baru untuk Permudah Manajemen Bisnis UKM”
Judul seperti ini jelas, langsung pada inti, dan bernilai berita.
3. Gunakan Lead yang Menjawab 5W+1H dalam Dua Kalimat Pertama
Editor tidak akan menggali rilis yang informasinya baru terlihat setelah paragraf kedua atau ketiga. Karena itu, jawaban atas 5W+1H harus langsung muncul di awal:
-
What: Apa yang terjadi
-
Who: Siapa yang terlibat
-
Where: Lokasi atau ruang lingkup
-
When: Kondisi waktu
-
Why: Alasan kenapa penting
-
How: Bagaimana prosesnya
Contoh lead yang kuat:
“PT X hari ini meluncurkan platform analitik berbasis AI yang dirancang untuk membantu UMKM memprediksi penjualan secara real-time. Teknologi ini memungkinkan pemilik usaha mengambil keputusan lebih cepat tanpa perlu pakar data.”
Dalam 2 kalimat itu saja:
-
Ada berita utama
-
Ada manfaat
-
Ada konteks pengguna
Editor bisa langsung memahami nilai beritanya.
4. Tampilkan Nilai Berita (News Value) dengan Jelas

Editor tidak tertarik pada:
❌ “Perusahaan kami bangga mengumumkan…”
❌ “Kami adalah pemimpin industri….”
Mereka ingin tahu:
✔ Apa dampaknya bagi masyarakat?
✔ Apa yang membedakan berita ini?
✔ Kenapa penting dibaca sekarang?
Beberapa elemen nilai berita yang harus diperjelas:
-
Inovasi baru
-
Perubahan signifikan
-
Dampak ekonomi
-
Jumlah pengguna
-
Angka pertumbuhan
-
Kontribusi sosial
-
Tren industri
Semakin kuat news value, semakin besar peluang rilis dipilih.
5. Tunjukkan Fakta dan Data, Jangan Hanya Klaim
Editor tidak tertarik pada sekadar janji atau kata-kata promosi. Press release harus mengandung:
-
Data statistik
-
Angka pertumbuhan
-
Persentase perubahan
-
Hasil survei
-
Temuan riset
-
Timeline
Contoh:
✔ Lebih kuat:
“Dalam 6 bulan pertama, platform ini telah digunakan oleh 12.500 UMKM di 14 provinsi.”
Daripada:
❌ Lemah:
“Platform ini sangat sukses digunakan oleh banyak pengguna.”
Editor menyukai angka karena:
-
Mempermudah penilaian berita
-
Menambah kredibilitas
-
Bisa langsung dijadikan highlight berita
6. Gunakan Kutipan yang Bernilai Editorial
Salah satu kesalahan umum penulis press release adalah menyisipkan kutipan yang “kosong”, seperti:
❌ “Kami senang meluncurkan produk baru ini.”
Editor tidak membutuhkan itu.
Kutipan harus memberikan:
✔ perspektif
✔ visi
✔ makna
✔ konteks strategis
Contoh:
“Di saat UMKM harus bergerak cepat mengikuti persaingan pasar digital, solusi berbasis AI ini membantu mereka mengambil keputusan berbasis data dalam hitungan detik,” ungkap CEO PT X, Andi Pratama.
Kutipan seperti ini:
-
Menambah nilai cerita
-
Menguatkan konteks
-
Bisa langsung dipakai sebagai isi berita
7. Sampaikan Informasi Tambahan Tanpa Bertele-tele
Setelah lead dan poin utama, tambahkan:
-
Detail pendukung
-
Latar belakang singkat
-
Informasi teknis secukupnya
-
Fakta tambahan
Gunakan paragraf pendek agar editor:
-
Tidak lelah membaca
-
Bisa mengevaluasi isi lebih cepat
-
Mudah memotong bagian untuk dikutip
Struktur yang baik:
-
Judul
-
Lead singkat dan informatif
-
Data dan dampak
-
Kutipan
-
Detail tambahan
-
Informasi penutup
-
Profil perusahaan (company background)
8. Hindari Bahasa Promosi Berlebihan

Press release bukan brosur atau iklan. Editor akan melewatkan rilis jika terlalu banyak:
❌ kata sifat berbunga-bunga
❌ klaim tanpa bukti
❌ ajakan membeli
Gunakan bahasa jurnalistik:
✔ objektif
✔ lugas
✔ faktual
✔ terukur
Tujuan utamanya adalah memberi informasi, bukan menjual langsung.
9. Sertakan Elemen Visual atau Lampiran Pendukung
Agar semakin menarik, sertakan:
-
Foto kegiatan
-
Ilustrasi konsep
-
Grafik data
-
Infografik
-
Link ke video statement
-
Demo produk
Editor senang konten visual karena:
-
Mengurangi waktu produksi berita
-
Melengkapi isi rilis
-
Lebih mudah menarik pembaca
Jika lampiran disertakan, beri keterangan jelas.
10. Pastikan Press Release Mudah Dipublikasikan
Press release yang baik:
-
Tidak memerlukan editing besar
-
Bisa langsung diposting
-
Menyediakan kutipan, data, dan gambar siap pakai
Editor sangat menghargai rilis yang memudahkan pekerjaan mereka.
Sertakan juga:
-
Contact person jelas
-
Website resmi
-
Email PR
-
Nomor yang aktif
Agar media mudah menghubungi jika butuh klarifikasi tambahan.
Kesimpulan
Menulis press release yang menarik editor dalam 10 detik bukan soal kebetulan, tetapi teknik. Kuncinya adalah:
✔ judul kuat dan langsung ke inti
✔ lead yang menjawab 5W+1H
✔ menampilkan nilai berita sejak awal
✔ fakta, data, dan bukti kuat
✔ kutipan yang bermakna
✔ gaya bahasa lugas dan jurnalistik
✔ struktur rapi dan mudah dipublikasikan
Jika semua elemen ini diterapkan, press release tidak hanya dibaca editor—tetapi juga sangat mungkin diterbitkan, diolah menjadi berita utama, dan menjangkau publik lebih luas. Dengan persaingan media yang semakin ketat, kemampuan menulis press release efektif menjadi keterampilan penting dalam dunia PR modern.
Anda ingin brand atau acara Anda mendapat sorotan media yang besar?
Dengan jasa press release Akudigital,
Anda dapat memastikan bahwa berita tentang Anda akan mencapai ribuan mata dan telinga yang ingin mendengar.
Kami akan membantu Anda menyusun cerita yang menarik dan memastikan pesan Anda sampai ke tangan para jurnalis yang tepat.
Jadikan setiap momen berharga Anda menjadi headline yang menggetarkan dengan bantuan jasa press release Akudigital.
Klik link berikut untuk konsultasi gratis via whatsapp

