Cara Mengukur Konversi dari Press Release

Press release sudah lama menjadi salah satu strategi komunikasi yang efektif untuk membangun awareness, meningkatkan kredibilitas, dan mendapatkan eksposur media. Namun di era digital saat ini, perusahaan tidak lagi cukup hanya melihat seberapa luas press release dipublikasikan. Yang terpenting adalah bagaimana press release berkontribusi terhadap konversi bisnis, baik berupa peningkatan traffic, leads, penjualan, maupun engagement.

Mengukur konversi dari press release sangat penting untuk memahami apakah publikasi yang Anda lakukan benar-benar menghasilkan dampak yang terukur. Tanpa analisis yang tepat, Anda mungkin terus mengeluarkan anggaran untuk sesuatu yang tidak memberikan return on investment (ROI) maksimal. Oleh karena itu, berikut panduan lengkap tentang cara mengukur konversi dari press release secara efektif dan terstruktur.


1. Memahami Apa Itu Konversi pada Press Release

Sebelum masuk ke teknik pengukuran, Anda perlu memahami bahwa konversi press release tidak selalu sama dengan penjualan langsung. Konversi dapat berupa berbagai aksi penting yang dilakukan audiens, seperti:

  • Mengunjungi website atau landing page

  • Mengisi formulir

  • Mengunduh e-book atau katalog

  • Menghubungi tim sales

  • Mengikuti akun media sosial

  • Melakukan pendaftaran event

  • Membaca artikel sampai selesai

Dengan kata lain, konversi adalah setiap tindakan yang membawa audiens lebih dekat ke tujuan bisnis Anda.

jasa press release


2. Menetapkan Tujuan dan KPI yang Jelas

Tanpa tujuan yang jelas, Anda tidak bisa menentukan apakah press release berhasil atau tidak. Maka dari itu, tahap awalnya adalah menetapkan Key Performance Indicator (KPI) yang spesifik.

Contoh KPI yang umum digunakan:

a. KPI Awareness

  • Jumlah publikasi media

  • Jangkauan audiens (impressions)

  • Domain Authority media

  • Sentimen pemberitaan

b. KPI Engagement

  • Click-Through Rate (CTR)

  • Durasi pembacaan

  • Keterlibatan di media sosial

  • Share atau fitur lanjutan dari media lain

c. KPI Traffic

  • Jumlah pengunjung website yang datang dari press release

  • Kualitas traffic (bounce rate, time on site)

  • Halaman yang paling sering dikunjungi

d. KPI Konversi Bisnis

  • Leads masuk dari halaman yang dirujuk press release

  • Pertumbuhan database email

  • Peningkatan pendaftaran atau reservasi

  • Penjualan atau transaksi

Dengan KPI yang terukur, Anda bisa melakukan analisis lebih tepat dan menghindari interpretasi subjektif.


3. Tracking Link Menggunakan UTM Parameter

Untuk mengukur konversi digital dari press release, salah satu cara paling efektif adalah menggunakan UTM parameter. UTM membantu Anda mengetahui traffic mana yang berasal dari press release, termasuk media mana yang paling memberikan konversi.

Contoh struktur URL dengan UTM:

https://www.websiteanda.com/produk?utm_source=pressrelease&utm_medium=mediaonline&utm_campaign=launching2025

Menggunakan UTM memungkinkan Anda melacak:

  • Jumlah klik

  • Media asal traffic

  • Tingkat konversi per media

  • Perilaku pengguna di website

Anda dapat melihat hasilnya melalui Google Analytics atau platform analisis lainnya.


4. Menggunakan Landing Page Khusus

Jika press release Anda fokus pada kampanye tertentu, maka membuat landing page khusus adalah strategi yang sangat efektif. Dengan landing page terpisah, Anda dapat:

  • Melacak traffic lebih akurat

  • Menyajikan konten yang lebih fokus

  • Meningkatkan peluang konversi dengan CTA yang jelas

  • Mengetahui halaman mana yang menjadi sumber leads terbanyak

Landing page juga memudahkan Anda mengisolasi data sehingga analisis konversi lebih bersih dan terukur.


5. Mengukur Traffic dan Perilaku Pengunjung

Melalui tools seperti Google Analytics, Anda bisa mengukur:

a. Jumlah Pengunjung dari Press Release

Berapa banyak orang yang datang ke website setelah publikasi.

b. Bounce Rate

Jika bounce rate rendah, artinya konten press release relevan dan menarik.

c. Session Duration (Durasi Kunjungan)

Audiens yang membaca lebih lama menunjukkan minat tinggi.

d. Page Depth (Jumlah Halaman yang Dibuka)

Menggambarkan seberapa jauh audiens mengeksplorasi website.

Analisis perilaku ini dapat menunjukkan apakah press release tidak hanya mengirim traffic, tetapi traffic yang berkualitas.


6. Mengukur Leads dan Sales Funnel

Jika tujuan press release adalah menghasilkan leads, maka Anda perlu mengukur:

  • Jumlah form yang diisi

  • Jumlah pendaftar event

  • Jumlah kontak yang masuk

  • Leads dari media tertentu

Anda dapat menggunakan CRM seperti HubSpot, Zoho, Salesforce, atau bahkan spreadsheet terstruktur untuk melacak apakah leads tersebut berhasil masuk ke funnel penjualan.

Dengan begitu, Anda bisa mengetahui kontribusi press release pada sales pipeline perusahaan.


7. Mengukur Earned Media Value (EMV)

Earned Media Value adalah salah satu cara untuk melihat nilai ekonomis dari publikasi. Anda dapat menghitung EMV dengan membandingkan:

  • Biaya jika Anda harus mengiklankan di media yang sama

  • Jangkauan publikasi yang Anda peroleh

  • Engagement yang dihasilkan

EMV bukan ukuran konversi langsung, tetapi memberikan gambaran nilai dari dampak publikasi secara keseluruhan.


8. Monitoring Sentimen dan Reputasi

Konversi tidak selalu berupa angka. Kadang, konversi press release berupa perubahan persepsi publik. Tools monitoring media dapat membantu mengukur:

  • Tone pemberitaan (positif, netral, negatif)

  • Jumlah media yang meliput

  • Kredibilitas media

  • Reaksi audiens di sosial media

Sentimen positif yang meningkat seringkali menjadi tanda bahwa publikasi berhasil membangun trust yang pada akhirnya berkontribusi terhadap konversi jangka panjang.


9. Menganalisis Konversi di Media Sosial

Banyak press release yang juga dibagikan melalui media sosial. Anda dapat mengukur:

  • Jumlah share

  • Komentar dan sentimen

  • Peningkatan followers setelah press release

  • Jumlah klik dari link bio atau postingan

Analisis ini penting untuk melihat bagaimana audiens merespons secara organik.


10. Membuat Laporan Kinerja Press Release Secara Komprehensif

Setelah semua data terkumpul, langkah terakhir adalah membuat laporan yang komprehensif dan mudah dipahami, biasanya berisi:

  • KPI utama dan hasilnya

  • Media yang berkontribusi paling besar

  • Grafik traffic dan konversi

  • Analisis perilaku audiens

  • Rekomendasi untuk kampanye berikutnya

Laporan ini membantu perusahaan mengambil keputusan yang lebih strategis untuk publikasi mendatang.


Kesimpulan

Mengukur konversi dari press release bukan lagi hal opsional—ini adalah kebutuhan penting agar setiap anggaran publikasi memberikan hasil nyata. Dengan menetapkan KPI yang jelas, menggunakan tracking seperti UTM, memonitor traffic, menganalisis leads, dan mengevaluasi sentimen, Anda bisa mengetahui apakah press release benar-benar berkontribusi pada pertumbuhan bisnis.

Press release yang baik bukan hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga menghasilkan aksi, dan aksi tersebutlah yang menjadi faktor penting dalam evaluasi konversi publikasi Anda.

Anda ingin brand atau acara Anda mendapat sorotan media yang besar?
Dengan jasa press release Akudigital,
Anda dapat memastikan bahwa berita tentang Anda akan mencapai ribuan mata dan telinga yang ingin mendengar.
Kami akan membantu Anda menyusun cerita yang menarik dan memastikan pesan Anda sampai ke tangan para jurnalis yang tepat.
Jadikan setiap momen berharga Anda menjadi headline yang menggetarkan dengan bantuan jasa press release Akudigital.
Klik link berikut untuk konsultasi gratis via whatsapp