Apa yang Dicari Redaksi dalam Sebuah Press Release? Kunci Agar Berita Anda Dilirik Media

Pendahuluan: Tantangan Utama dalam Mengirimkan Press Release ke Media

Banyak perusahaan dan brand rutin mengirimkan press release ke berbagai media dengan harapan berita mereka dimuat. Namun, faktanya, tidak semua siaran pers mendapatkan perhatian redaksi. Sebagian besar bahkan berakhir di kotak masuk email tanpa pernah dibaca atau ditindaklanjuti.

Lalu, apa sebenarnya yang dicari redaksi dalam sebuah press release?
Mengapa beberapa press release langsung dilirik dan diterbitkan, sementara yang lain diabaikan?

Artikel ini akan membahas secara mendalam kriteria utama yang digunakan redaksi dalam menilai sebuah press release, serta strategi agar siaran pers Anda menarik perhatian media dan layak dimuat.


1. Redaksi Mencari Nilai Berita (News Value) yang Kuat

Syarat utama agar press release dilirik redaksi adalah adanya nilai berita (news value).
Nilai berita menentukan apakah informasi tersebut layak dipublikasikan kepada pembaca media.

Beberapa elemen news value yang dicari redaksi antara lain:

  • Aktualitas: Apakah berita tersebut baru atau masih relevan dengan situasi terkini?

  • Kedekatan: Apakah berita tersebut berhubungan dengan audiens media (misalnya lokal atau nasional)?

  • Dampak: Seberapa besar pengaruh berita tersebut terhadap publik atau industri?

  • Keterkenalan: Apakah melibatkan tokoh, brand, atau lembaga ternama?

  • Kebaruan dan Keunikan: Apakah ada sesuatu yang baru, berbeda, atau belum pernah dilakukan sebelumnya?

Contoh:

“Startup fintech Indonesia meluncurkan fitur pembayaran QR lintas negara pertama di Asia Tenggara.”
Berita seperti ini memiliki nilai berita tinggi karena mengandung unsur kebaruan, dampak industri, dan relevansi regional.


2. Redaksi Menilai Kejelasan dan Struktur Press Release

Redaksi menerima ratusan press release setiap hari. Oleh karena itu, mereka tidak punya waktu membaca teks bertele-tele.

Press release yang terstruktur dengan baik dan langsung ke poin utama akan lebih disukai.

Struktur ideal yang biasanya dicari redaksi meliputi:

  1. Judul (headline) yang menarik, informatif, dan tidak berlebihan.

  2. Lead paragraph (paragraf pertama) berisi inti berita: siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana (5W + 1H).

  3. Isi utama menjelaskan detail tambahan, data pendukung, dan konteks.

  4. Kutipan resmi dari pihak perusahaan, seperti CEO, direktur, atau manajer.

  5. Informasi kontak media di akhir untuk memudahkan follow up.

Hindari membuat press release seperti brosur promosi. Redaksi akan menolak konten yang terlalu menonjolkan iklan.


3. Bahasa yang Jurnalistik dan Objektif

Salah satu alasan utama redaksi menolak press release adalah gaya bahasa yang terlalu promosi.
Media bukan tempat untuk beriklan; mereka mencari konten informatif yang memiliki nilai jurnalistik.

Gunakan bahasa yang:

  • Objektif dan netral, bukan menggembar-gemborkan produk.

  • Padat informasi, hindari kalimat panjang dan repetitif.

  • Mengikuti kaidah jurnalistik, seperti gaya piramida terbalik.

  • Menyertakan data dan fakta yang bisa diverifikasi.

Contoh kalimat yang disukai redaksi:

“PT Sejahtera Digital meluncurkan fitur baru untuk mendukung efisiensi transaksi pengguna e-commerce di Indonesia.”

Bukan:

“Kami bangga mempersembahkan fitur paling hebat dan revolusioner di industri digital!”


4. Kesesuaian dengan Target Media

Setiap media memiliki segmen pembaca dan gaya pemberitaan yang berbeda.
Redaksi akan lebih tertarik jika press release yang masuk relevan dengan niche dan gaya medianya.

Misalnya:

  • Media bisnis lebih tertarik pada data keuangan, ekspansi, atau inovasi korporasi.

  • Media lifestyle fokus pada gaya hidup, tren, dan kisah inspiratif.

  • Media teknologi menyoroti fitur, kemajuan digital, dan dampak inovasi.

Oleh karena itu, sebelum mengirim press release:

  • Pastikan Anda menyesuaikan gaya bahasa dan sudut pandang berita sesuai media target.

  • Jangan kirim berita umum ke semua redaksi tanpa segmentasi — ini akan membuat email Anda diabaikan.


5. Kutipan dan Data yang Kredibel

Redaksi lebih menyukai press release yang memiliki kutipan dari sumber terpercaya dan dilengkapi data pendukung.

Contoh kutipan yang kuat:

“Kami ingin memperluas akses teknologi digital di Indonesia, terutama bagi UMKM,” ujar Budi Santoso, CEO TechIndo Group.

Selain itu, tambahkan data konkret seperti hasil riset, survei, atau statistik pasar.
Data yang akurat memberikan nilai tambah jurnalistik dan meningkatkan peluang media untuk memuatnya.


6. Konsistensi Branding dan Profesionalitas

Redaksi dapat menilai profesionalitas perusahaan dari tampilan dan format press release.
Press release yang baik harus memiliki:

  • Logo atau identitas perusahaan yang jelas.

  • Gaya visual atau tone of voice yang konsisten.

  • Format file profesional (biasanya PDF atau DOC, bukan gambar).

  • Bahasa formal namun tetap mudah dipahami.

Selain itu, cantumkan informasi kontak resmi, seperti email PR, nomor telepon, atau website perusahaan.
Hal ini menunjukkan bahwa Anda terbuka terhadap verifikasi atau wawancara lanjutan.


7. Waktu dan Cara Pengiriman yang Tepat

Selain isi, waktu pengiriman juga memengaruhi peluang press release dilirik redaksi.

Beberapa tips penting:

  • Kirim press release pada jam kerja, terutama di pagi hari (antara pukul 08.00–10.00).

  • Hindari akhir pekan atau malam hari, karena kemungkinan besar akan tenggelam di antara email lain.

  • Gunakan subjek email yang ringkas dan menarik, misalnya:
    “[Press Release] Peluncuran Inovasi Digital Baru dari XYZ Tech Indonesia”

  • Jangan lupa sertakan lampiran foto atau infografis yang relevan dan berkualitas tinggi.


8. Kesimpulan: Press Release Harus Bernilai, Relevan, dan Profesional

Redaksi media selalu mencari berita yang informatif, aktual, dan relevan untuk pembaca mereka.
Agar press release Anda dilirik dan diterbitkan, pastikan memenuhi tiga prinsip utama:

  1. Punya nilai berita yang jelas.

  2. Ditulis dengan gaya jurnalistik dan objektif.

  3. Disusun dengan profesional serta dikirim pada waktu yang tepat.

Dengan memahami apa yang dicari redaksi, Anda tidak hanya meningkatkan peluang publikasi, tetapi juga membangun reputasi perusahaan sebagai sumber berita yang kredibel dan terpercaya.


FAQ tentang Apa yang Dicari Redaksi dalam Press Release

1. Apakah semua press release pasti dimuat media?
Tidak. Media hanya memuat press release yang memiliki nilai berita tinggi, relevan dengan audiens mereka, dan ditulis secara profesional.

2. Apakah boleh menulis press release dengan gaya promosi?
Tidak disarankan. Gunakan gaya informatif dan jurnalistik, bukan iklan atau klaim berlebihan.

3. Apakah penting menyertakan foto dalam press release?
Ya, foto berkualitas tinggi dapat menarik perhatian redaksi dan membuat berita lebih menarik untuk dimuat.

Anda ingin brand atau acara Anda mendapat sorotan media yang besar?
Dengan jasa press release Akudigital,
Anda dapat memastikan bahwa berita tentang Anda akan mencapai ribuan mata dan telinga yang ingin mendengar.
Kami akan membantu Anda menyusun cerita yang menarik dan memastikan pesan Anda sampai ke tangan para jurnalis yang tepat.
Jadikan setiap momen berharga Anda menjadi headline yang menggetarkan dengan bantuan jasa press release Akudigital.
Klik link berikut untuk konsultasi gratis via whatsapp