Bahasa klise dalam press release adalah musuh tersembunyi yang dapat merusak pesan, membuat audiens bosan, dan melemahkan kredibilitas brand Anda. Menghindari bahasa klise dalam press release bukan sekadar gaya, melainkan kebutuhan agar komunikasi terasa otentik, kuat, dan berdampak.
Bahasa klise adalah frasa yang terlalu sering digunakan hingga kehilangan makna aslinya. Dalam dunia siaran pers, klise seperti “perusahaan terkemuka”, “solusi inovatif”, atau “kami sangat senang mengumumkan…” terdengar generik dan tidak lagi membangun nilai lebih di mata pembaca atau jurnalis.
Berikut adalah beberapa contoh kalimat klise dalam press release:
| Kalimat Klise | Alternatif Lebih Spesifik |
|---|---|
| “Solusi terbaik di kelasnya” | “Platform analitik data yang mampu memproses 1 juta transaksi per menit” |
| “Kami sangat senang mengumumkan” | “Setelah 2 tahun pengembangan, kami meluncurkan fitur X hari ini” |
| “Perusahaan terkemuka” | “Perusahaan dengan 5 juta pengguna aktif bulanan di Asia Tenggara” |
| “Inovatif dan revolusioner” | “Mengintegrasikan AI generatif dalam proses logistik harian” |
Bahasa klise:
Mengurangi nilai berita yang dibawa
Menurunkan minat jurnalis untuk memuat berita
Membuat brand terdengar generik dan kurang orisinal
Mengaburkan informasi penting dalam kata-kata kosong
Menggunakan bahasa klise bisa membuat perusahaan terlihat malas berpikir atau menyembunyikan kurangnya substansi nyata. Jika terus-menerus digunakan, reputasi brand akan terdampak negatif karena dianggap tidak punya karakter atau nilai jual yang jelas.
Alih-alih mengatakan “kami mengalami pertumbuhan signifikan,” nyatakan “pendapatan meningkat 45% dibandingkan kuartal sebelumnya”.
Gantilah istilah umum dengan istilah teknis atau konteks spesifik industri Anda. Hindari kata “terobosan” jika tidak ada inovasi konkret.
Gunakan bahasa yang hangat, informatif, dan menghindari jargon berlebihan. Tekankan manfaat nyata, bukan sekadar kata besar.
Jelaskan bagaimana produk/layanan Anda memengaruhi pelanggan, bukan sekadar “fitur unggulan”.
Terlalu banyak kalimat panjang yang diulang-ulang bisa membingungkan. Gunakan struktur kalimat yang efisien.
Jika produk Anda “mengubah dunia”, berikan bukti. Jika tidak, hindari pernyataan yang berlebihan.
Sisipkan kutipan dari pimpinan perusahaan atau pelanggan yang memberikan insight, bukan hanya basa-basi.
Bacakan kepada orang lain untuk melihat apakah informasi benar-benar tersampaikan, bukan hanya terdengar “hebat”.
Tulis, baca ulang, dan evaluasi. Gunakan bantuan editor atau tools AI untuk menemukan frasa usang atau tidak efektif.
Contoh sebelum revisi:
“Kami sangat gembira mengumumkan peluncuran inovatif produk terbaru kami yang akan merevolusi industri.”
Contoh setelah revisi:
“Setelah 18 bulan pengembangan dan uji coba dengan lebih dari 500 pengguna beta, kami merilis Fitur X yang terbukti mempercepat pengolahan data hingga 60%.”
| Tools | Kegunaan |
|---|---|
| Hemingway Editor | Menghindari kalimat rumit dan kata klise |
| Grammarly | Mengecek gaya bahasa dan kesalahan umum |
| ChatGPT | Membantu meninjau dan menyempurnakan kalimat |
| Cliché Finder | Menemukan kalimat yang terdengar pasaran |
Biarkan tulisan mengendap beberapa jam atau hari sebelum diedit.
Baca keras-keras untuk mendengar alur kalimat.
Gunakan feedback dari rekan tim atau editor profesional.
Periksa ulang struktur, fokus, dan kejelasan pesan.
Optimasi SEO tetap penting, tapi jangan mengulang keyword berlebihan. Gunakan variasi kata kunci (LSI keywords) yang natural dalam konteks artikel.
Contoh:
Alih-alih mengulang “press release digital” lima kali, gunakan juga “siaran pers online”, “publikasi digital”, atau “rilis berita modern”.
Tidak semua, tetapi sebaiknya diminimalkan atau diganti dengan pernyataan yang lebih spesifik.
Gunakan tools seperti Hemingway atau Cliché Finder, dan evaluasi dengan pembaca awam.
Risiko terbesar adalah siaran pers Anda diabaikan oleh media atau dianggap tidak profesional.
Tidak harus kaku, tapi tetap profesional. Bahasa yang jelas dan manusiawi lebih efektif daripada terlalu teknis atau berbunga-bunga.
Berikan konteks, angka, atau pendapat pribadi yang nyata dan relevan, bukan hanya basa-basi.
Bahasa klise tidak membantu SEO secara langsung. Sebaliknya, bahasa yang konkret dan sesuai konteks lebih mudah diindeks Google.
Menghindari bahasa klise dalam press release adalah langkah penting untuk meningkatkan keaslian, keterbacaan, dan efektivitas pesan Anda. Press release yang kuat adalah yang berbicara secara nyata, jujur, dan langsung kepada audiens. Dengan strategi yang tepat, setiap kata akan memberi makna dan membangun reputasi brand secara konsisten.
Anda menginginkan brand atau acara Anda terpampang di media-media terkemuka di Indonesia?
Jika ya, maka jasa press release dari Akudigital adalah jawabannya.
Dengan jaringan luas dan pengalaman dalam industri ini,
kami siap membawa pesan Anda ke perhatian publik melalui media-media papan atas di Indonesia.
Mulailah menjadi sorotan dengan bantuan jasa press release Akudigital hari ini.
Klik link berikut untuk konsultasi gratis via whatsapp
Di era digital yang serba cepat, press release tidak lagi cukup hanya dikirim ke redaksi…
Di era digital 2026, press release bukan lagi sekadar dokumen formal yang dikirim massal ke…
Di era digital yang semakin matang pada tahun 2026, persaingan antar brand tidak lagi hanya…
Press release atau siaran pers telah lama menjadi alat utama dalam dunia public relations (PR)…
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah hampir seluruh aspek dunia digital,…
Di era digital yang semakin kompetitif, press release tidak lagi sekadar dokumen pengumuman formal untuk…