Press release masih menjadi salah satu alat komunikasi paling penting dalam strategi public relations (PR), bahkan hingga tahun 2026. Di tengah dominasi media digital, kecerdasan buatan (AI), dan kecepatan arus informasi, press release berfungsi sebagai jembatan resmi antara perusahaan, media, dan publik. Namun ironisnya, banyak press release gagal mencapai tujuan karena kesalahan-kesalahan mendasar yang terus berulang.
Di tahun 2026, standar media semakin tinggi. Jurnalis dibanjiri ratusan rilis setiap hari, algoritma mesin pencari semakin cerdas, dan audiens menuntut informasi yang cepat, relevan, dan kredibel. Kesalahan kecil dalam press release bisa berujung pada rilis yang diabaikan, tidak dipublikasikan, atau bahkan merusak reputasi brand.
Artikel ini akan membahas kesalahan umum dalam pembuatan press release yang harus dihindari di 2026, disertai penjelasan lengkap dan solusi praktis agar press release Anda lebih efektif, profesional, dan berdampak.
Banyak perusahaan membuat press release hanya karena “harus”, tanpa tujuan yang jelas. Akibatnya, isi rilis menjadi ambigu, tidak fokus, dan tidak memiliki nilai berita.
Pesan utama tidak tersampaikan
Media kesulitan menentukan angle berita
Press release diabaikan
Sebelum menulis, tentukan tujuan utama:
Apakah untuk peluncuran produk?
Pengumuman kerja sama?
Krisis atau klarifikasi?
Pencapaian perusahaan?
Di 2026, press release yang efektif hanya menyampaikan satu pesan utama dengan jelas dan terukur.
Press release sering kali berisi promosi berlebihan tanpa nilai berita yang relevan bagi publik.
Media menganggap rilis sebagai iklan
Tidak layak publikasi
Kredibilitas brand menurun
Kebaruan (novelty)
Dampak terhadap masyarakat
Relevansi dengan tren industri
Data atau temuan penting
Tokoh atau institusi berpengaruh
Tanyakan:
“Mengapa audiens dan media harus peduli dengan informasi ini sekarang?”
Judul terlalu panjang, normatif, atau penuh jargon internal perusahaan.
“PT XYZ Mengadakan Kegiatan Strategis Dalam Rangka Penguatan Sinergi”
“PT XYZ Luncurkan Platform AI untuk UMKM, Tingkatkan Efisiensi hingga 40%”
Maksimal 12–15 kata
Mengandung fakta utama
Gunakan angka atau dampak nyata
Relevan dengan pencarian digital (SEO)
Di 2026, judul juga harus ramah algoritma mesin pencari dan media online.
Lead tidak menjawab unsur 5W+1H atau terlalu bertele-tele.
Jurnalis berhenti membaca di paragraf pertama
Pesan utama hilang
Gunakan struktur inverted pyramid:
Paragraf pertama: inti berita
Paragraf berikutnya: detail pendukung
Paragraf akhir: informasi tambahan
Lead harus menjawab:
Siapa, Apa, Kapan, Di mana, Mengapa, dan Bagaimana.
Press release ditulis seperti brosur pemasaran.
Tidak objektif
Sulit dipercaya
Media enggan memuat
Gunakan data dan fakta
Sertakan kutipan narasumber
Hindari klaim berlebihan tanpa bukti
Contoh kutipan efektif:
“Peluncuran ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung transformasi digital UMKM,” ujar Direktur Utama PT XYZ.
Menggunakan bahasa birokratis, jargon teknis, atau istilah internal perusahaan.
Sulit dipahami audiens umum
Mengurangi daya tarik media
Di 2026, press release ideal:
Menggunakan bahasa profesional tapi humanis
Mudah dipahami pembaca non-teknis
Singkat, padat, dan jelas
Terlalu panjang hingga membosankan
Terlalu pendek dan minim informasi
500–800 kata untuk media online
Fokus pada substansi
Gunakan subjudul bila perlu
Media menghargai press release yang efisien dan informatif.
Mengirim satu press release yang sama ke semua media.
Tidak relevan dengan segmentasi media
Peluang publikasi menurun
Sesuaikan angle untuk media bisnis, teknologi, lifestyle, atau lokal
Personalisasi email pengiriman
Pahami karakter redaksi media tujuan
Press release tidak dioptimasi untuk pencarian online.
Sulit ditemukan di Google
Jangkauan terbatas
Gunakan keyword utama dan turunan
Optimasi judul dan subjudul
Gunakan anchor text alami
Struktur rapi dan mudah dibaca
Tidak mencantumkan narahubung yang jelas.
Media kesulitan melakukan konfirmasi
Kesempatan liputan lanjutan hilang
Cantumkan:
Nama PIC
Jabatan
Nomor telepon
Email aktif
Mengirim rilis di waktu yang tidak strategis.
Tenggelam oleh berita lain
Tidak terbaca editor
Selasa–Kamis
Pukul 09.00–11.00 WIB
Hindari akhir pekan dan hari libur nasional
Menganggap tugas selesai setelah mengirim press release.
Tidak tahu efektivitas rilis
Kehilangan peluang relasi media
Lakukan media monitoring
Kirim follow-up secara profesional
Evaluasi performa press release
Di tahun 2026, pembuatan press release tidak lagi sekadar menulis pengumuman. Dibutuhkan strategi, pemahaman media, kemampuan storytelling, serta adaptasi terhadap teknologi digital dan SEO. Menghindari kesalahan umum dalam pembuatan press release akan meningkatkan peluang publikasi, memperkuat citra brand, dan membangun hubungan jangka panjang dengan media.
Press release yang baik adalah yang informatif, relevan, objektif, dan bernilai berita—bukan sekadar alat promosi.
Mendapatkan tempat di media ternama Indonesia atau menjadi berita yang diperbincangkan bukanlah mimpi lagi dengan bantuan jasa press release Akudigital.
Kami mengerti bahwa kepercayaan pelanggan sangat penting,
itulah mengapa kami menawarkan layanan yang akan membantu Anda mencapai visibilitas yang Anda inginkan.
Dengan strategi yang terukur dan jaringan media yang solid, kami akan memastikan bahwa brand atau acara Anda mendapat perhatian yang pantas.
Jadilah yang diperbincangkan dengan jasa press release yang bisa dipercaya dari Akudigital.
Klik link berikut untuk konsultasi gratis via whatsapp
Di era digital yang serba cepat, press release tidak lagi cukup hanya dikirim ke redaksi…
Di era digital 2026, press release bukan lagi sekadar dokumen formal yang dikirim massal ke…
Di era digital yang semakin matang pada tahun 2026, persaingan antar brand tidak lagi hanya…
Press release atau siaran pers telah lama menjadi alat utama dalam dunia public relations (PR)…
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah hampir seluruh aspek dunia digital,…
Di era digital yang semakin kompetitif, press release tidak lagi sekadar dokumen pengumuman formal untuk…