Di era digital yang semakin kompetitif pada tahun 2026, press release tetap menjadi salah satu alat komunikasi paling penting dalam strategi Public Relations (PR). Meskipun media sosial, influencer marketing, dan konten video berkembang pesat, media massa—baik online, cetak, maupun elektronik—masih menjadikan press release sebagai sumber informasi resmi dan terpercaya.
Namun, tantangannya semakin besar. Setiap hari, redaksi media menerima ratusan hingga ribuan press release, dan hanya sebagian kecil yang benar-benar dibaca, apalagi dipublikasikan. Oleh karena itu, memahami cara membuat press release yang disukai media menjadi keterampilan wajib bagi praktisi PR, marketer, startup, UMKM, hingga perusahaan besar.
Artikel ini akan membahas secara lengkap dan mendalam bagaimana membuat press release yang efektif, relevan, dan sesuai dengan standar media di tahun 2026, mulai dari struktur, gaya bahasa, strategi konten, hingga kesalahan yang harus dihindari.
Press release adalah informasi resmi tertulis yang dibuat oleh perusahaan, organisasi, atau individu untuk disampaikan kepada media dengan tujuan mendapatkan publikasi.
Press release biasanya digunakan untuk:
Peluncuran produk atau layanan
Pengumuman kerja sama atau kemitraan
Event atau kegiatan penting
Pencapaian bisnis atau prestasi
Rebranding atau perubahan manajemen
Klarifikasi isu atau krisis
Di tahun 2026, press release tidak hanya ditujukan untuk wartawan, tetapi juga harus SEO-friendly, mudah dipahami AI media aggregator, dan relevan untuk pembaca digital.
Media modern memiliki standar yang semakin ketat. Press release yang disukai media pada 2026 umumnya memiliki ciri-ciri berikut:
Aktual dan bernilai berita (newsworthy)
Berbasis data dan fakta
Tidak terlalu promosi
Menggunakan bahasa jurnalistik
Ringkas, jelas, dan mudah dipahami
Relevan dengan audiens media
Mudah diedit dan dipublikasikan
Dilengkapi konteks digital dan SEO
Judul adalah elemen pertama yang menentukan apakah press release akan dibuka atau diabaikan.
Ciri judul yang disukai media:
Maksimal 12–15 kata
Mengandung fakta utama
Tidak berlebihan atau clickbait
Mengandung unsur berita (apa, siapa, atau dampak)
Contoh judul baik:
Startup Edutech XYZ Luncurkan Platform AI untuk Pendidikan Inklusif di Indonesia
Contoh judul buruk:
Solusi Pendidikan Paling Canggih yang Akan Mengubah Dunia!
Paragraf pertama harus menjawab 5W + 1H secara ringkas:
What (apa)
Who (siapa)
When (kapan)
Where (di mana)
Why (mengapa penting)
How (bagaimana)
Media di 2026 sangat menghargai lead yang langsung ke inti berita tanpa basa-basi.
Setelah lead, isi press release harus:
Mengembangkan informasi utama
Memberikan konteks
Menyertakan data pendukung
Menyajikan kutipan narasumber
Gunakan paragraf pendek (2–3 kalimat) agar nyaman dibaca di layar digital.
Kutipan adalah elemen penting agar press release terasa hidup dan kredibel.
Tips membuat kutipan yang disukai media:
Hindari bahasa terlalu marketing
Fokus pada insight, visi, atau dampak
Gunakan nama dan jabatan jelas
Contoh kutipan efektif:
“Kami melihat kebutuhan akan solusi pendidikan yang adaptif semakin meningkat, terutama di daerah dengan akses terbatas,” ujar Andi Pratama, CEO XYZ.
Di tahun 2026, media sangat selektif terhadap klaim.
Gunakan:
Data riset
Statistik industri
Hasil survei internal
Tren pasar
Pastikan data:
Relevan
Terbaru
Dapat diverifikasi
Boilerplate adalah paragraf penutup yang menjelaskan profil singkat perusahaan.
Isi boilerplate:
Nama perusahaan
Tahun berdiri
Bidang usaha
Visi atau misi singkat
Website resmi
Boilerplate sebaiknya konsisten di setiap press release.
Cantumkan:
Nama PIC media
Email aktif
Nomor telepon
Website atau media kit (jika ada)
Media di 2026 menghargai kemudahan akses informasi lanjutan.
Ciri bahasa jurnalistik:
Objektif
Informatif
Tidak berlebihan
Menghindari superlatif berlebihan (terbaik, nomor satu, paling hebat)
Press release bukan iklan. Media akan menolak konten yang terlalu promosi.
Ubah:
Produk ini adalah solusi terbaik dan paling murah
Menjadi:
Produk ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pasar akan solusi yang efisien dan terjangkau.
Hindari istilah teknis berlebihan tanpa penjelasan, terutama jika media target bersifat umum.
Press release modern harus ramah mesin pencari.
Di judul
Di paragraf awal
Di subjudul
Di boilerplate
Gunakan H2 dan H3 yang relevan dengan topik.
Fokus pada kualitas konten, bukan pengulangan kata.
Judul terlalu promosi
Lead bertele-tele
Tidak ada nilai berita
Terlalu panjang tanpa struktur
Tidak mencantumkan data
Tidak mencantumkan kontak media
Mengirim press release massal tanpa riset media
Riset media dan jurnalis terlebih dahulu
Sesuaikan angle dengan karakter media
Kirim di jam kerja redaksi
Gunakan subjek email yang jelas
Sertakan visual pendukung (opsional)
Follow up secara profesional (tidak spam)
Beberapa tren yang patut diperhatikan:
Press release berbasis data dan AI insight
Integrasi multimedia (infografis, video pendek)
Narasi berbasis dampak sosial
Fokus pada ESG (Environment, Social, Governance)
Konten yang relevan untuk pembaca mobile
Membuat press release yang disukai media di tahun 2026 membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menulis. Diperlukan pemahaman mendalam tentang kebutuhan media, nilai berita, gaya jurnalistik, serta strategi digital dan SEO.
Press release yang baik adalah yang:
Informatif, bukan promosi
Relevan, bukan sekadar formalitas
Berbasis data, bukan klaim kosong
Memudahkan kerja jurnalis
Dengan menerapkan panduan di atas, peluang press release Anda untuk dipublikasikan oleh media akan meningkat secara signifikan.
Anda ingin brand atau acara Anda mendapat sorotan media yang besar?
Dengan jasa press release Akudigital,
Anda dapat memastikan bahwa berita tentang Anda akan mencapai ribuan mata dan telinga yang ingin mendengar.
Kami akan membantu Anda menyusun cerita yang menarik dan memastikan pesan Anda sampai ke tangan para jurnalis yang tepat.
Jadikan setiap momen berharga Anda menjadi headline yang menggetarkan dengan bantuan jasa press release Akudigital.
Klik link berikut untuk konsultasi gratis via whatsapp
Di era digital yang serba cepat, press release tidak lagi cukup hanya dikirim ke redaksi…
Di era digital 2026, press release bukan lagi sekadar dokumen formal yang dikirim massal ke…
Di era digital yang semakin matang pada tahun 2026, persaingan antar brand tidak lagi hanya…
Press release atau siaran pers telah lama menjadi alat utama dalam dunia public relations (PR)…
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah hampir seluruh aspek dunia digital,…
Di era digital yang semakin kompetitif, press release tidak lagi sekadar dokumen pengumuman formal untuk…