Selama ini, banyak orang menganggap bahwa press release harus ditulis dengan bahasa formal, kaku, dan penuh istilah teknis. Padahal, di era digital saat ini, audiens—termasuk jurnalis dan pembaca umum—lebih menyukai gaya komunikasi yang ringan, natural, dan mudah dicerna.
Salah satu pendekatan yang kini semakin populer adalah press release dengan gaya percakapan (conversational tone).
Gaya ini membuat pesan perusahaan terasa lebih manusiawi, membangun kedekatan emosional dengan pembaca, dan meningkatkan kemungkinan berita Anda diangkat oleh media.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang:
Apa itu press release bergaya percakapan,
Mengapa penting diterapkan di era digital,
Serta langkah-langkah praktis membuat press release yang komunikatif dan tetap profesional.
Press release dengan gaya percakapan adalah siaran pers yang ditulis menggunakan bahasa yang lebih natural dan komunikatif, seolah-olah penulis sedang berbicara langsung kepada pembaca.
Alih-alih menggunakan istilah teknis atau kalimat yang terlalu formal, gaya percakapan mengedepankan:
Kata ganti orang pertama atau kedua (kami, Anda, kita);
Kalimat pendek dan to the point;
Nada bicara ramah dan ringan;
Pemilihan diksi sehari-hari yang mudah dipahami.
Contoh perbandingan:
Gaya Formal:
“PT Nusantara Digital Solutions dengan bangga mengumumkan peluncuran produk terbaru yang akan memberikan efisiensi maksimal bagi pelanggan korporasi.”
Gaya Percakapan:
“Kami tahu betapa pentingnya efisiensi di dunia bisnis. Karena itu, kami meluncurkan produk baru yang bisa membantu Anda bekerja lebih cepat dan hemat waktu.”
Terlihat bahwa versi kedua terasa lebih dekat dan mudah dicerna, tanpa kehilangan unsur profesionalisme.
Di masa lalu, press release ditujukan khusus untuk jurnalis. Kini, banyak press release juga dibaca langsung oleh publik melalui media online dan situs perusahaan.
Audiens modern memiliki karakteristik:
Cepat bosan dengan teks panjang dan kaku,
Lebih menyukai bahasa ringan,
Tertarik pada cerita yang relatable dan personal.
Oleh karena itu, gaya percakapan memiliki beberapa keunggulan strategis:
Meningkatkan engagement – Pembaca merasa seperti sedang berbicara, bukan sedang dibacakan laporan formal.
Membangun kedekatan dengan audiens – Nada percakapan menciptakan hubungan emosional yang lebih kuat.
Memperkuat identitas brand – Gaya bahasa yang santai bisa merepresentasikan karakter merek yang ramah dan modern.
Meningkatkan peluang dipublikasikan media digital – Redaksi cenderung lebih tertarik pada tulisan yang terasa hidup dan mudah diadaptasi.
Agar tetap profesional, gaya percakapan dalam press release tetap harus mengikuti kaidah jurnalistik dan struktur dasar siaran pers.
Berikut beberapa prinsip penting yang perlu diperhatikan:
Meskipun gaya bahasa ringan, informasi utama tetap harus mencakup:
Who (Siapa) yang terlibat,
What (Apa) yang terjadi,
When (Kapan) peristiwa berlangsung,
Where (Di mana) kejadian terjadi,
Why (Mengapa) hal itu penting, dan
How (Bagaimana) proses atau dampaknya.
Dengan struktur ini, redaksi tetap mendapatkan informasi yang lengkap dan siap pakai.
Gaya percakapan bukan berarti santai berlebihan. Hindari bahasa gaul ekstrem atau slang yang bisa menurunkan kredibilitas.
Gunakan nada friendly tapi tetap sopan—seperti cara berbicara dalam seminar atau wawancara media.
Kalimat aktif terasa lebih hidup dan mudah dipahami dibanding kalimat pasif.
Contoh:
“Kami meluncurkan fitur baru untuk membantu pengguna.”
lebih baik daripada
“Fitur baru telah diluncurkan oleh kami untuk membantu pengguna.”
Jika perlu menyebut istilah teknis, berikan penjelasan sederhana setelahnya agar pembaca umum tetap memahami konteksnya.
Berikut panduan langkah demi langkah agar Anda bisa menulis press release bergaya percakapan secara efektif:
Sebelum menulis, tentukan terlebih dahulu:
Tujuan utama (apakah untuk launching produk, pengumuman kerja sama, atau acara).
Siapa target pembacanya (jurnalis, pelanggan, atau investor).
Gaya percakapan untuk pelanggan tentu akan berbeda dengan gaya yang ditujukan bagi investor.
Gunakan headline yang mengandung elemen cerita atau manfaat langsung bagi pembaca.
Contoh:
“Cara Baru untuk Belanja Hemat Waktu dari Rumah”
“Kami Siapkan Solusi Digital yang Bikin Bisnis Anda Makin Efisien”
Judul seperti ini terasa natural, tidak kaku, dan mengundang rasa ingin tahu.
Alih-alih langsung memberikan data kering, buka paragraf pertama dengan insight ringan yang menggugah.
Contoh:
“Kita semua tahu betapa repotnya mengatur stok barang saat bisnis mulai berkembang. Di sinilah teknologi terbaru kami bisa membantu.”
Pembukaan seperti ini membuat pembaca merasa dihubungkan secara personal.
Kutipan dari CEO atau manajer komunikasi sebaiknya juga ditulis dengan gaya bicara yang wajar.
Contoh:
“Kami ingin pengguna merasa lebih mudah dan nyaman. Produk ini kami buat karena kami mendengar langsung kebutuhan mereka,” kata Rina Sari, CEO XYZ Tech.
Tutup dengan kalimat yang bersifat mengundang interaksi, seperti:
“Untuk informasi lebih lanjut atau permintaan wawancara, jangan ragu menghubungi kami melalui email di media@xyz.co.id.”
Meskipun gaya percakapan terasa mudah, banyak penulis yang melakukan kesalahan berikut:
Terlalu promosi. Jangan ubah press release jadi iklan; tetap berfokus pada informasi.
Bahasa terlalu santai. Hindari slang atau singkatan yang tidak sesuai konteks bisnis.
Terlalu panjang. Buat press release singkat dan padat (idealnya 400–600 kata).
Tidak memiliki struktur berita. Meskipun ringan, tetap ikuti urutan logis berita.
Dengan menghindari kesalahan ini, press release Anda tetap profesional meskipun bergaya percakapan.
Judul: “Solusi Baru dari GoTech: Bikin UMKM Lebih Mudah Kelola Keuangan”
Isi:
Kami tahu betapa rumitnya mencatat transaksi dan laporan keuangan bagi pelaku UMKM. Karena itu, GoTech menghadirkan fitur baru bernama SmartBook—alat pencatatan digital yang membantu Anda mengatur keuangan tanpa ribet.
“Kami ingin membantu UMKM berkembang tanpa terbebani administrasi,” ujar Arif Hidayat, CEO GoTech. “SmartBook dirancang agar siapa pun bisa menggunakannya dengan mudah, bahkan tanpa pengalaman akuntansi.”
Fitur ini sudah bisa diakses melalui aplikasi GoTech mulai bulan depan. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi media@gotech.id.
Contoh di atas ringan, komunikatif, dan tetap informatif—ciri khas press release bergaya percakapan.
Press release dengan gaya percakapan bukan sekadar tren penulisan modern. Ini adalah strategi komunikasi yang mampu:
Membuat pesan lebih mudah diterima,
Membangun hubungan yang lebih hangat dengan audiens, dan
Menonjolkan karakter brand yang ramah dan relevan.
Kuncinya adalah menyeimbangkan antara bahasa ringan dan profesionalisme.
Dengan gaya penulisan yang humanis, setiap rilis berita perusahaan Anda bisa terasa lebih hidup, dekat, dan berdampak.
1. Apakah gaya percakapan cocok untuk semua jenis press release?
Tidak selalu. Untuk isu formal seperti laporan keuangan atau pernyataan resmi, gaya formal tetap lebih tepat. Namun, untuk peluncuran produk, CSR, atau kampanye digital, gaya percakapan sangat efektif.
2. Apakah press release bergaya percakapan bisa diterima media?
Ya, justru media online kini lebih menyukai konten yang ringan, jelas, dan mudah diadaptasi ke artikel berita.
3. Apakah boleh menggunakan kata “Anda” dalam press release?
Boleh, selama konteksnya tepat dan tetap menjaga kesopanan serta profesionalitas.
Anda ingin brand atau acara Anda mendapat sorotan media yang besar?
Dengan jasa press release Akudigital,
Anda dapat memastikan bahwa berita tentang Anda akan mencapai ribuan mata dan telinga yang ingin mendengar.
Kami akan membantu Anda menyusun cerita yang menarik dan memastikan pesan Anda sampai ke tangan para jurnalis yang tepat.
Jadikan setiap momen berharga Anda menjadi headline yang menggetarkan dengan bantuan jasa press release Akudigital.
Klik link berikut untuk konsultasi gratis via whatsapp
Di era digital yang serba cepat, press release tidak lagi cukup hanya dikirim ke redaksi…
Di era digital 2026, press release bukan lagi sekadar dokumen formal yang dikirim massal ke…
Di era digital yang semakin matang pada tahun 2026, persaingan antar brand tidak lagi hanya…
Press release atau siaran pers telah lama menjadi alat utama dalam dunia public relations (PR)…
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah hampir seluruh aspek dunia digital,…
Di era digital yang semakin kompetitif, press release tidak lagi sekadar dokumen pengumuman formal untuk…